Egois
Kamu itu egois. Sangat egois. Tapi mungkin selama ini kamu tidak pernah benar menyadarinya.
Mau diperhatikan, tapi tidak mau memperhatikan
Mau didengar, tapi tidak mau mendengarkan
Mau dipedulikan, tapi tidak mau mempedulikan
Mau dimengerti, tetapi tidak mau mengerti
Mau orang lain berkorban demi kamu, tetapi tidak sebaliknya
Selalu ingin berkuasa atas orang lain
Selalu ingin menang atas orang lain
Senang melihat orang lain susah, dan tidak suka melihat orang lain senang
Yang penting adalah kesenanganmu, kebahagianmu, kepentinganmu
Masa bodoh dengan orang lain
Ya, itu kamu. Sadarkah?
Mungkin itulah alasannya kenapa tidak banyak orang disekitarmu
Tak ada yang tahan dengan keegoisanmu
Percuma berada di dekatmu kalau pada akhirnya hanya akan tersakiti
Mungkin itulah alasannya kenapa kamu selalu merasa kesepian
Meskipun tampaknya kamu punya orang lain dengan label ‘teman’
Tapi sedikit pun tak kamu pedulikan mereka
Wajar jika kamu kesepian
Tak pernah ada orang lain terlintas di pikiran, hati dan jiwamu
Sadarkah?
Sadar sekarang rasanya pun terlambat
Keegoisanmu terlalu mengakar tampaknya
19 tahun lebih
Dan kamu baru sadar sekarang
Luka hati tak akan pernah bisa disembuhkan
Bagaimana dengan orang yang pernah kamu sakiti?
Mungkin mereka bisa bertindak seakan tidak ada apa-apa
Tapi jauh di dalam, mereka terluka
Dan jangan pernah berpikir
Mereka akan memperhatikanmu, mengerti kamu, mempedulikanmu
Seperti sebelumnya
Bahkan mereka mungkin sudah tidak percaya lagi denganmu
Dengan semua ucapanmu dan lakumu
Ketulusanmu diragukan
Ya. Itulah kamu. Orang yang egois.
Rasakanlah.
From me, to myself.
17 September 2010 00.44
Vipassi

muuu….ga separah itu kalie…tiap org ada keegoisannya masing2…bahkan org yg paling tulus pun punya rasa egois dlm dirinya, believe it or not?
ah, jauh lebih baik orang yang sadar daripada yang nggak…